7 Fungsi Steam Trap pada Sistem Uap yang Wajib Diketahui

Steam trap punya 7 fungsi penting di sistem uap, mulai dari mencegah kebocoran energi hingga menjaga efisiensi produksi. Simak penjelasan lengkapnya

PENGETAHUAN

Mitra Sahabat Engineering

1/5/20269 min read

Fungsi Steam Trap pada Sistem Uap

Steam trap adalah perangkat otomatis yang memainkan peran kritis dalam setiap sistem uap industri. Komponen ini bertanggung jawab untuk membuang kondensat (air hasil kondensasi uap) sambil mencegah uap hidup ikut terbuang sia-sia.

Tanpa steam trap yang bekerja dengan baik, sistem uap Anda akan mengalami efisiensi menurun, konsumsi energi meningkat, hingga risiko keselamatan yang serius seperti water hammer.

Artikel ini menjelaskan secara komprehensif fungsi steam trap, cara kerjanya, jenis-jenisnya, dan mengapa komponen ini sangat penting untuk efisiensi energi industri.

Apa Itu Steam Trap dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Definisi Steam Trap

Steam trap adalah automatic device yang bekerja berdasarkan prinsip fisika untuk memisahkan kondensat dari uap hidup. Secara sederhana, steam trap berperan sebagai "gatekeeper" pada sistem uap:

  • Dibuka saat ada kondensat yang perlu dibuang

  • Ditutup saat uap hidup akan melewatinya

Cara Kerja Steam Trap

Steam trap bekerja secara otomatis berdasarkan perbedaan fisika antara uap dan kondensat:

  1. Uap masuk ke steam trap dari jalur perpipaan

  2. Uap mengisi ruang internal dan mulai berkondensasi menjadi air

  3. Sensor/mekanisme trap mendeteksi kehadiran kondensat

  4. Trap membuka dan kondensat mengalir keluar melalui orifice

  5. Saat kondensat habis dan uap hidup tiba, trap menutup otomatis

  6. Siklus berulang secara continuous

Cara Menghitung Kapasitas Steam Trap

Memilih steam trap tidak cukup hanya berdasarkan ukuran koneksi pipa seperti ½", ¾", atau 1". Kapasitas steam trap harus disesuaikan dengan jumlah kondensat yang dihasilkan oleh peralatan dan perbedaan tekanan antara sisi inlet dan outlet.

Parameter utama yang perlu diperhatikan adalah:

  • Condensate load: jumlah kondensat yang harus dibuang, biasanya dalam kg/jam.

  • Inlet pressure: tekanan steam pada sisi masuk steam trap.

  • Backpressure: tekanan pada sisi outlet atau jalur pengembalian kondensat.

  • Differential pressure (ΔP): selisih antara tekanan inlet dan backpressure.

  • Safety factor: faktor keamanan yang digunakan untuk mengantisipasi perubahan beban dan kondisi operasi.

Rumus Differential Pressure

Secara sederhana:

ΔP = P inlet − P backpressure

Sebagai contoh, apabila tekanan steam pada inlet adalah 8 bar dan tekanan pada jalur kondensat adalah 2 bar, maka:

ΔP = 8 − 2 = 6 bar

Nilai differential pressure inilah yang digunakan bersama condensate load untuk menentukan kapasitas steam trap yang sesuai.

Contoh Sederhana

Sebuah heat exchanger menghasilkan kondensat sekitar 300 kg/jam pada kondisi operasi normal. Tekanan steam adalah 6 bar dan backpressure pada condensate return sebesar 1 bar.

Maka:

ΔP = 6 − 1 = 5 bar

Steam trap yang dipilih harus memiliki kapasitas pembuangan kondensat yang mencukupi pada differential pressure 5 bar, dengan tambahan safety margin sesuai karakteristik aplikasi.

Jangan memilih steam trap hanya berdasarkan ukuran pipa. Steam trap 1/2" dengan kapasitas tertentu belum tentu mampu menangani beban kondensat yang sama pada semua kondisi tekanan.

Untuk pemilihan yang lebih akurat, gunakan condensate load, differential pressure, maximum operating pressure, dan kapasitas aktual steam trap dari data teknis atau datasheet manufacturer.

Prinsip Fisika yang Digunakan

Setiap tipe steam trap memanfaatkan prinsip yang berbeda:

Tipe Steam Trap Prinsip Fisika Cara Deteksi Ball Float Buoyancy (daya apung) Level cairan Thermodynamic (TD) Perbedaan entalpi Suhu/tekanan Thermostatic Ekspansi termal Suhu kondensat Inverted Bucket Density & buoyancy Density fluida

7 Fungsi Utama Steam Trap pada Sistem Uap

1. Membuang Kondensat Secara Otomatis

Ini adalah fungsi utama dan paling penting dari steam trap. Kondensat yang terbentuk dari proses kondensasi uap harus dibuang dengan cepat dan efisien agar tidak mengganggu performa sistem.

Mengapa ini penting:

  • Kondensat yang menumpuk di jalur uap mengurangi luas area aliran

  • Film kondensat pada dinding pipa mengurangi efisiensi heat transfer

  • Penumpukan kondensat dapat menyebabkan water hammer

2. Mencegah Kehilangan Uap Hidup (Steam Loss)

Steam trap dirancang untuk menutup rapat saat uap hidup melewatinya. Ini mencegah "steam blowthrough" — fenomena di mana uap hidup ikut terbuang bersama kondensat.

Dampak economic:

  • Steam loss 1% dari total uap produksi = pemborosan energi signifikan

  • Pada sistem 10 bar, setiap steam loss mengurangi efisiensi boiler

  • Estimasi: Steam trap yang bocor bisa mengakibatkan penghematan energi hingga 15-20% jika diperbaiki

3. Mencegah Water Hammer

Water hammer adalah fenomena tekanan kejut yang terjadi saat kondensat yang menumpuk di jalur uap tiba-tiba terdorong oleh uap bertekanan tinggi.

Bagaimana steam trap mencegah water hammer:

  • Membuang kondensat sebelum menumpuk secara berlebihan

  • Menjaga jalur uap tetap kering

  • Mengurangi momentum fluida yang berubah arah secara tiba-tiba

Konsekuensi water hammer:

  • Kerusakan pipa dan fitting

  • Kerusakan valve dan heat exchanger

  • Risiko keselamatan pekerja (pipa pecah)

  • Downtime produksi dan biaya perbaikan tinggi

4. Menjaga Stabilitas Tekanan Sistem Uap

Steam trap membantu menjaga tekanan uap tetap konsisten di seluruh jalur distribusi:

  • Mencegah "backpressure" dari penumpukan kondensat

  • Memastikan uap sampai ke titik penggunaan dalam kondisi optimal

  • Menjaga saturated steam quality untuk performa proses maksimal

5. Meningkatkan Efisiensi Energi

Ini adalah dampak ekonomi terbesar dari fungsi steam trap:

Efisiensi yang dicapai:

  • Kondensat dibuang tepat waktu uap tetap "kering" dan berenergi tinggi

  • Beban boiler berkurang konsumsi fuel menurun

  • Heat transfer lebih efektif output panas optimal

  • Penghematan energi tipikal: 10-20% dengan steam trap yang bekerja optimal

Studi kasus industri: Pabrik pengolahan makanan berhasil menurunkan konsumsi energi uap sebesar ±15% setelah penggantian steam trap yang rusak dengan unit baru yang berfungsi optimal.

6. Membuang Udara dan Gas Non-Kondensabel

Selain kondensat, steam trap juga berfungsi membuang:

  • Udara yang terperangkap dalam sistem

  • Gas non-kondensabel yang menghambat perpindahan panas

Kehadiran udara dan gas non-kondensabel pada permukaan heat exchanger dapat mengurangi koefisien heat transfer hingga 50%.

7. Melindungi Peralatan dan Sistem

Dengan menjalankan fungsi-fungsi di atas secara konsisten, steam trap melindungi:

  • Heat exchanger dari efisiensi menurun

  • Pipa dari kerusakan akibat water hammer

  • Valve dari wear prematur

  • Seluruh sistem uap dari degradasi dini

Jenis-Jenis Steam Trap dan Perbandingannya

1. Ball Float Steam Trap

Prinsip Kerja: Menggunakan bola mengapung (float) yang bergerak naik-turun mengikuti level kondensat di dalam body trap.

Cara Kerja:

  • Kondensat masuk dan mengisi ruang di bawah float

  • Float terangkat seiring level kondensat naik

  • Float menggerakkan lever yang membuka orifice/valve

  • Kondensat keluar melalui orifice

  • Saat kondensat habis, float turun dan menutup orifice

  • Uap hidup tidak melewati karena orifice sudah tertutup

Karakteristik:

  • Drainase continuous (tidak intermittent)

  • Respons cepat terhadap perubahan beban kondensat

  • Cocok untuk high condensate load

  • Efektif mencegah water hammer

  • Pilihan ideal untuk heat exchanger dan process equipment

  • Perlu dilengkapi air vent untuk buang gas non-kondensabel

Aplikasi Ideal:

  • Heat exchanger industri

  • Reboiler

  • Dryer dan evaporator

  • Process equipment dengan beban kondensat tinggi

  • Sistem yang membutuhkan drainase cepat dan kontinu

2. Thermodynamic (TD) Steam Trap

Prinsip Kerja: Memanfaatkan perbedaan entalpi antara uap dan kondensat untuk membuka dan menutup disc.

Cara Kerja:

  • Kondensat bertekanan tinggi masuk dan mendorong disc terbuka

  • Saat uap hidup melewati, uap mengisi ruang di atas disc

  • Tekanan di atas disc menorong disc menutup

  • Disc tetap tertutup selama uap hidup mengalir

  • Saat uap di atas disc mendingin dan berkondensasi, tekanan turun

  • Tekanan di bawah disc mendorong disc terbuka kembali

  • Siklus berulang secara intermittent

Karakteristik:

  • Desain sangat kompak dan ringan

  • Tidak ada moving part yang memerlukan pelumasan

  • Tahan terhadap korosi dan vibration

  • Ideal untuk distribusi uap utama

  • Drainase intermittent (bukan continuous)

  • Tidak cocok untuk backpressure tinggi

Aplikasi Ideal:

  • Steam distribution line

  • Tracing line

  • Condensate drain dengan low condensate load

  • Aplikasi di mana space sangat terbatas

3. Thermostatic Steam Trap

Prinsip Kerja: Menggunakan elemen thermostatik (bellows atau bimetallic) yang mengembang dan menyusut mengikuti suhu.

Cara Kerja:

  • Kondensat memasuki trap dan mendinginkan elemen thermostatik

  • Elemen mengontraksi dan membuka orifice

  • Kondensat keluar

  • Saat suhu naik (uap tiba), elemen mengembang dan menutup orifice

Karakteristik:

  • Membuang kondensat pada suhu sedikit di bawah saturasi

  • Cocok untuk air vent dan condensate sub-cooling

  • Performa dapat terpengaruh pada fluktuasi tekanan

Aplikasi Ideal:

  • Condensate subcooling applications

  • Air elimination

  • Low-pressure steam system

4. Inverted Bucket Steam Trap

Prinsip Kerja: Menggunakan bucket terbalik yang mengapung atau tenggelam mengikuti density fluida.

Cara Kerja:

  • Kondensat masuk dari bawah bucket

  • Bucket mengisi air dan tenggelam → orifice terbuka

  • Kondensat keluar melalui orifice

  • Saat uap masuk, uap mengisi bucket dan mengurangi berat efektif

  • Bucket mengapung → orifice tertutup

Karakteristik:

  • Visual feedback (bisa didengar operasinya)

  • Tahan lama dan sturdy

  • Perlu priming saat pertama kali digunakan

  • Rentan freeze-up pada kondisi dingin

Aplikasi Ideal:

  • Steam tracing

  • Low-medium pressure application

  • Aplikasi di mana monitoring mudah diperlukan

Perbandingan Lengkap Jenis Steam Trap

Kriteria Ball Float Thermodynamic Thermostatic Inverted Bucket Drainase Continuous Intermittent Continuous Intermittent Respons Sangat cepat Sedang Cepat Sedang Beban Kondensat Tinggi Rendah-sedang Rendah Rendah-sedang Ukuran Sedang Kompak Kompak Sedang-besar Water Hammer Sangat baik Baik Baik Sedang Backpressure Tolerance tinggi Sensitif Sedang Baik Aplikasi Utama Heat exchanger Distribution line Air vent Steam tracing Maintenance Sedang Rendah Rendah Rendah Harga Relatif Sedang-tinggi Ekonomis Ekonomis Sedang

Panduan Instalasi Steam Trap yang Benar

Performa steam trap tidak hanya ditentukan oleh kualitas unit, tetapi juga oleh instalasi yang benar. Steam trap yang bagus dapat mengalami masalah apabila pemasangan, arah aliran, atau sistem drainase kondensat tidak sesuai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Periksa Arah Aliran

Pastikan arah aliran pada body steam trap sesuai dengan arah aliran pada sistem perpipaan. Kesalahan orientasi dapat menyebabkan steam trap tidak bekerja sebagaimana mestinya.

2. Pasang Strainer di Sisi Upstream

Y-strainer sebaiknya dipasang sebelum steam trap untuk menangkap scale, karat, dan debris dari sistem perpipaan.

Pemasangan strainer membantu mengurangi risiko orifice atau mekanisme internal steam trap tersumbat.

3. Gunakan Isolation Valve

Isolation valve pada sisi upstream dan downstream memudahkan proses inspeksi, maintenance, dan penggantian steam trap tanpa harus melakukan pekerjaan pada seluruh sistem.

4. Sediakan Test Valve

Test valve dapat digunakan untuk membantu pemeriksaan kondisi steam trap tanpa harus langsung membongkar unit.

5. Perhatikan Jalur Condensate Return

Jalur outlet steam trap harus dirancang agar kondensat dapat mengalir dengan baik. Backpressure yang terlalu tinggi dapat mengurangi kapasitas pembuangan steam trap dan pada kondisi tertentu menyebabkan condensate backup.

6. Hindari Instalasi yang Menyebabkan Condensate Pocket

Pipa harus dirancang sedemikian rupa sehingga kondensat dapat mengalir menuju titik drain atau steam trap. Penumpukan kondensat yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko water hammer.

7. Pastikan Rating Sesuai

Sebelum pemasangan, periksa:

  • Maximum operating pressure

  • Maximum allowable working pressure

  • Operating temperature

  • Differential pressure

  • Material body dan internal

  • Ukuran koneksi

  • Jenis koneksi

  • Kapasitas condensate discharge

Instalasi yang benar membantu steam trap bekerja lebih stabil, memperpanjang umur komponen, dan memudahkan proses maintenance.

Masalah Umum pada Steam Trap dan Solusinya

1. Steam Trap Tersumbat (Blocked)

Gejala:

  • Kondensat menumpuk di upstream

  • Heat exchanger tidak mencapai target suhu

  • Suara hentakan (water hammer)

Penyebab:

  • Kotoran atau debris dari pipa

  • Korosi dan scale internal

  • Partikel asing masuk ke orifice

Solusi:

  • Pasang Y-strainer di upstream steam trap

  • Lakukan flushing secara berkala

  • Ganti steam trap jika sudah tidak dapat dibersihkan

2. Steam Trap Bocor (Blowthrough)

Gejala:

  • Suara "hissing" terus-menerus dari trap

  • Suhu downstream lebih tinggi dari yang diharapkan

  • Konsumsi energi meningkat tiba-tiba

Penyebab:

  • Seat atau disc sudah aus

  • Partikel asing menahan mekanisme penutup

  • Kerusakan internal akibat erosi

Solusi:

  • Lakukan steam trap survey rutin

  • Gunakan ultrasonic detector atau infrared thermography untuk diagnosis

  • Ganti unit yang sudah rusak

3. Steam Trap Tidak Berfungsi (Stuck Open/Closed)

Gejala (Stuck Open):

  • Uap hidup melewati trap terus-menerus

  • Konsumsi energi tinggi

Gejala (Stuck Closed):

  • Kondensat menumpuk upstream

  • Water hammer

Penyebab:

  • Mekanisme float atau disc macet

  • Korosi pada moving parts

  • Debris menghalangi pergerakan komponen

Solusi:

  • Inspeksi dan pembersihan internal

  • Lubrication pada moving parts (untuk ball float)

  • Penggantian komponen rusak atau unit baru

4. Steam Trap Kehilangan Efisiensi

Gejala:

  • Performa berangsur menurun

  • Heat exchanger membutuhkan lebih lama untuk mencapai suhu target

Penyebab:

  • Wear gradual pada orifice

  • Perubahan kondisi operasi

  • Fouling internal

Solusi:

  • Jadwalkan preventive maintenance

  • Monitoring performa secara berkala

  • Sizing ulang jika kondisi operasi berubah signifikan

Steam Trap Survey: Mengapa Penting?

Steam trap survey adalah proses inspeksi sistem steam trap secara menyeluruh untuk mengidentifikasi unit yang:

  • Tersumbat (blocked)

  • Bocor (blowthrough)

  • Tidak berfungsi optimal

Dampak Ekonomi Steam Trap yang Rusak

Kondisi Dampak Estimasi Kerugian Steam trap bocor Steam loss langsung Rp 5-50 jt/tahun per unit Steam trap blocked Efisiensi heat transfer turun Produksi terhambat Steam trap stuck Water hammer Kerusakan pipa & equipment Multiple trap rusak Efisiensi sistem menurun 15-30% Ratusan juta per tahun

Rekomendasi Frekuensi Survey

  • Sistem kecil (< 50 trap): Setiap 6 bulan

  • Sistem sedang (50-200 trap): Setiap 3-6 bulan

  • Sistem besar (> 200 trap): Continuous monitoring atau setiap 3 bulan

Cara Memilih Steam Trap yang Tepat

Langkah 1: Identifikasi Aplikasi

Tanyakan diri sendiri:

  • Apa fungsi utama steam trap ini? (drain condensate, tracing, dll)

  • Di mana akan dipasang? (heat exchanger, distribution line, dll)

  • Berapa beban kondensat yang diharapkan?

Langkah 2: Tentukan Parameter Operasi

Parameter Detail yang Diperlukan Tekanan Steam Bar atau psi (working pressure) Tekanan Backpressure Tekanan di downstream Suhu Operasi °C atau °F Condensate Load kg/h atau lb/h Media Steam jenuh, superheated, dll

Langkah 3: Pilih Tipe yang Sesuai

Panduan cepat:

  • Beban kondensat tinggi + heat exchanger Ball Float Steam Trap

  • Distribution line + space terbatas Thermodynamic Steam Trap

  • Steam tracing + low condensate Inverted Bucket atau TD

  • Air elimination Thermostatic Steam Trap

Langkah 4: Pilih Size dan Rating

  • Size steam trap ditentukan oleh condensate load dan pressure differential

  • Rating harus sesuai dengan maximum allowable working pressure (MAWP)

  • Pilih end connection sesuai piping standard (threaded, flanged, socket)

Langkah 5: Pertimbangkan Aksesori

Aksesori penting untuk steam trap:

  • Y-Strainer upstream Melindungi trap dari debris

  • Isolation valve Untuk maintenance tanpa shutdown sistem

  • Test valve Untuk pengujian performa

  • Air vent Untuk buang gas non-kondensabel (terutama pada ball float)

  • Condensate pump Jika backpressure melebihi tekanan kondensat

Aplikasi Steam Trap di Berbagai Industri

Industri Aplikasi Utama Tipe Steam Trap Rekomendasi Power Generation Feedwater heater, deaerator Ball Float Oil & Gas Heat exchanger, reboiler Ball Float Food & Beverage Cooking, pasteurization, drying Ball Float Pulp & Paper Dryer, digester, evaporator Ball Float Textile Dryer, finishing Ball Float Chemical Reactor, evaporator Ball Float Pharmaceutical Sterilizer, dryer Ball Float + Thermostatic HVAC Steam coil, radiator Thermodynamic Tracing Pipe tracing TD atau Inverted Bucket

FAQ - Pertanyaan Umum tentang Steam Trap

Q: Apa yang terjadi jika sistem uap tidak menggunakan steam trap?

A: Tanpa steam trap, kondensat akan menumpuk di jalur uap yang mengakibatkan: (1) efisiensi heat transfer menurun drastis, (2) risiko water hammer sangat tinggi yang dapat merusak pipa dan peralatan, (3) konsumsi energi meningkat karena uap tidak bekerja optimal, dan (4) risiko keselamatan kerja meningkat.

Q: Berapa lama umur pakai steam trap?

A: Tergantung tipe dan kondisi operasi:

  • Ball Float Steam Trap: 7-15 tahun dengan maintenance rutin

  • Thermodynamic Steam Trap: 10-20 tahun (minimal moving parts)

  • Inverted Bucket: 10-15 tahun

  • Faktor yang mempengaruhi: kualitas air, kebersihan steam, frekuensi operasi

Q: Bagaimana cara mendeteksi steam trap yang rusak?

A: Metode deteksi:

  • Visual & aural: Dengarkan suara hissing atau hentakan

  • Infrared thermography: Cek temperature differential di upstream-downstream

  • Ultrasonic detector: Dengarkan flow sound melalui body trap

  • Manual test: Buka test valve dan observasi perilaku trap

Q: Apakah semua steam trap memerlukan Y-strainer?

A: Sangat direkomendasikan untuk semua tipe steam trap. Y-strainer melindungi internal trap dari debris, scale, dan partikel yang dapat menyumbat orifice. Ini adalah komponen aksesori yang wajib untuk memperpanjang umur dan performa steam trap.

Q: Apa perbedaan ball float dan thermodynamic steam trap?

A: Perbedaan utamanya adalah pada drainase dan aplikasi. Ball float mengalirkan kondensat secara continuous dan ideal untuk beban kondensat tinggi seperti heat exchanger. Thermodynamic mengalirkan secara intermittent dan lebih cocok untuk distribution line dengan beban kondensat rendah dan space terbatas.

Q: Berapa biaya steam trap dan pemasangannya?

A: Harga bervariasi berdasarkan tipe, size, dan rating:

  • Thermodynamic (kompak): Rp 1-5 juta

  • Ball Float: Rp 3-15 juta

  • Inverted Bucket: Rp 2-8 juta

  • Biaya instalasi tergantung kondisi lapangan dan aksesori yang diperlukan.

Rekomendasi Produk: Steam Trap CETO

PT. Mitra Sahabat Engineering menyediakan steam trap CETO untuk berbagai aplikasi industri:

CETO Ball Float Steam Trap PN16

  • Aplikasi: Heat exchanger, process equipment, high condensate load

  • Material: Cast iron body, stainless steel internals

  • Size: ½" - 1½"

  • Rating: PN16

  • Keunggulan: Drainase continuous, respons cepat, tahan lama

CETO Thermodynamic Steam Trap

  • Aplikasi: Distribution line, tracing, low condensate load

  • Material: Stainless steel body dan disc

  • Size: ½" - 1"

  • Rating: PN16-PN40

  • Keunggulan: Ultra compact, minimal maintenance, cocok untuk berbagai orientasi

Mengapa Pilih CETO?

  • Kualitas terjamin — Sesuai standar internasional

  • Material certificate (MTR) tersedia

  • Harga kompetitif — Best value for money

  • Stock ready — Tersedia untuk common size

  • Technical support — Konsultasi gratis dari tim ahli

  • Distributor resmi — PT. Mitra Sahabat Engineering (Medan)

Kesimpulan

Steam trap adalah komponen kecil dengan dampak besar pada efisiensi dan keandalan sistem uap industri. Dengan tujuh fungsi utama dari pembuangan kondensat hingga perlindungan peralatan — steam trap yang bekerja optimal dapat menghemat 10-20% konsumsi energi dan mencegah downtime yang mahal.

Baca juga :
https://www.mitrasahabat.co.id/perbandingan-steam-trap-ball-float-thermodynamic-thermostatic
https://www.mitrasahabat.co.id/dampak-kondensat-berlebih-sistem-uap
https://www.mitrasahabat.co.id/ceto-ball-float-steam-trap-pn16-efisiensi-maksimal-untuk-sistem-uap-industri

Kunci sukses pengelolaan steam trap:

  1. Pilih tipe yang tepat sesuai aplikasi dan kondisi operasi

  2. Pasang aksesori yang lengkap (Y-strainer, isolation valve, air vent)

  3. Lakukan maintenance rutin dan steam trap survey berkala

  4. Ganti unit yang rusak sebelum dampaknya meluas

Hubungi Kami untuk Konsultasi Gratis

Butuh steam trap untuk sistem uap industri Anda?

📱 WhatsApp: +62 812-8530-8088

☎️ Telepon: +62 61 420-85666

📧 Email: sales@mitrasahabat.co.id

🌐 Website: www.mitrasahabat.co.id

📍 Alamat: Komp. Makro Bisnis Center D-11, Medan Sunggal, Sumatera Utara

Jam Operasional: Senin - Jumat 09:00-17:00 | Sabtu 09:00-12:00

Read also

Location

Komp. Makro Bisnis Center D-11, Medan Sunggal, Sumatera Utara, Indonesia

Open

Monday - Friday 9:00-17:00
Saturday 9:00-12:00
Sunday Closed

Our Products

Gate valve

Globe valve

Check valve

Ball valve

Y-strainer

Butterfly valve

Safety and automated valve

Stream trap

Expansion joint and flexible hose

Segmented and blowdown valve

gauges

Accessoris

Modern minimalist monogram logo featuring the letters M and S in a white geometric font on a black background.
Modern minimalist monogram logo featuring the letters M and S in a white geometric font on a black background.

PT. MITRA SAHABAT ENGINEERING

© 2026 PT. Mitra Sahabat Engineering. Seluruh hak cipta dilindungi.

Contacts

+62 6142085666

+62 81285308088
sales@mitrasahabat.co.id

Subscribe to our newletter

Social media

PT. Mitra Sahabat Engineering is a professional manufacturer and distributor for machineries and parts to major industries in Indonesia. Some of the industries that we cover are Palm Oil Industries, Pulp and Paper, Sugar Refineries, Rubber Gloves, etc.

Distributor Resmi CETO Valve · Sumatera Utara